Menakar Penyelenggaraan Vespa World Days 2020 Di Indonesia

Share info

Zanka sebuah kota kecil di propinsi Veszprem Hongaria pertengahan 2019, akhirnya menjadi tempat penetapan Indonesia sebagai penyelenggara Vespa World Days 2020. Tentunya perjalanan hingga ke titik sebagai negara penyelenggara tidaklah mudah, mengingat selama ini penyelenggaraan acara Vespa World Days identik di benua Eropa serta dinamika isyu tersebut secara internal dalam kehidupan per-Vespa-an Indonesia.

Semua ini menarik tentunya untuk diikuti perkembangannya, guna dapat menakar akan bagaimana maupun seperti apa jadinya Vespa World Days 2020 yang digelar di Bali, Indonesia.

1. Fase Hiruk Pikuk
Dari pengamatan penulis hiruk pikuk rencana penyelenggaraan acara Vespa berskala internasional ini mulai di awal 2016. Segala macam respon muncul dari kalangan “Anak Vespa Indonesia” atas pola komunikasi yang dibangun oleh sang pemilik tiket penyelenggaraan VWD. Dari tingkat grassroots hingga high end semua bersuara atas rencana ini.

Beragam strategi dibangun agar penyelenggaraan acara dapat merangkul semua stake holder yang ada dalam dunia Vespa di Indonesia. Tanpa mengurangi rasa hormat atas segala daya upaya tersebut, fase ini memakan waktu hingga lebih kurang dua setengah tahun lamanya. Segala macam rasa hadir dalam kurun waktu tersebut, dan inilah sebenarnya wajah dunia per-Vespa-an di Indonesia, ribet-ribet asik. Suka atau tidak suka rasa ini harus ditelan oleh semua kalangan yang merasa berada dalam scene Vespa.

Ada 3 hal besar yang dihasilkan pada fase ini, bangunan komunikasi yang kurang pas untuk diterima dalam pola per-Vespa-an di Indonesia, penerapan strategi yang kental beraroma transaksional dan turunnya semangat atas kondisi hiruk pikuk ini sehingga kikuk dalam menentukan langkah konstruktif selanjutnya. Untuk masalah ini akan penulis coba jabarkan dalam kesempatan lain.

2. Fase Konsolidasi
Jelang akhir semester pertama 2019 kekikukan akan kelangsungan penyelenggaraan VWD di Indonesia (sebagai salah satu hasil dalam fase hiruk pikuk diatas), mendapat resep penenang dengan obatnya berupa penunjukan care taker penyelenggara. Hakekatnya sebuah obat maka reaksinya secara perlahan mulai dapat dirasakan menenangkan. Dalam masa inilah fase konsolidasi secara perlahan dibangun mengingat waktu berjalan terus menuju 2020, yang sejatinya sangat mendesak untuk sebuah event berskala internasional.

Tanpa banyak merubah format yang sudah ada dari segi rencana penyelenggaraan serta dalam kondisi pengaruh “obat penenang,” bangunan optimisme dalam fase ini menghasilkan kepercayaan diri yang kuat untuk fight di Zanka guna mengkampenyekan Indonesia yang hasilnya sudah dapat kita ketahui bersama.

3. Fase Persiapan Pelaksanaan
Fase persiapan pelaksanaan merupakan sebuah masa yang harus dilalui menuju D-Day. Dalam fase ini tentu butuh konsentrasi penuh penyelenggara, mengingat segala macam hal tehnis sudah harus dilaksanakan. Dari materi sumber daya manusia penyelenggara serta akses yang dimiliki, ditambah dukungan eksternal yang juga tidak kalah penting, besar kemungkinan acara ini akan terwujud. Tentunya dengan akan bagaimana bentuk 3 dimensi jadinya akan kita saksikan secara bersama nanti di Bali.

Secara keseluruhan dukungan yang akan cukup memberikan pengaruh dari pelaksanaan acara adalah sikap dewasa dari setiap insan Vespa di Indonesia dalam menyikapi terselenggaranya acara ini. Karena tetap harus diingat bahwa Vespa World Days 2020 akan menjadi cermin bagi jiwa besar semua pihak yang berkomitmen memajukan kehidupan Vespa Indonesia di mata dunia dan generasi selanjutnya. Om Beng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *