Keceriaan Ulang Tahun Vespa Ke 60 Di Indonesia

Share info

Lebih dari setengah abad yang lalu (1946) sebuah kendaraan roda dua yang mengusung teknologi dengan penyelarasan penampilan nan sexy dipersembahkan oleh Enrico Piaggio. Vespa, yang pada gilirannya menampilkan begitu banyak varian telah memikat begitu banyak hati pecinta kendaraan roda dua tidak terkecuali di negeri tercinta kami.

Dengan kecintaan yang begitu mendalam terhadap Vespa, para pemilik produk Itali tersebut di Indonesia pada tanggal 3 September 2006 sepakat untuk merayakan hari ulang tahunnya secara bersama-sama. Acara ini mengusung semangat kecintaan dan kebersamaan dengan mengadakan turing wisata ke Restauran Raffles, Cibogo di Bogor.

Diawali dengan pembagian legshield banner Vespa, rombongan berangkat dari halaman Masjid Pondok Indah Jakarta Selatan. Sekitar 270 Vespa (mulai dari tahun produksi 1953-2006) membelah pagi Jakarta menuju Cibogo, Bogor. Perjalanan diawali melalui Boulevard Pondok Indah kemudian mengarah ke Jalan TB Simatupang.

Pemandangan menarik mulai terlihat di saat rombongan memalui jembatan layang TB. Simatupang yang langsung melakukan putar balik kearah Kota Depok, dimana rombongan depan dapat melihat dengan jelas rombongan tengah dan belakang naik lalu menuruni jembatan yang langsung melingkar putar balik layaknya ular naga panjangnya bukan kepalang… .

Dari kota Depok rombongan lalu mengarah ke Cibinong melalui jalan yang biasa disebut Jalur Pemda. Jalur ini kemudian menunjukan kebersamaan para skuteris yang mana acara ini memang milik bersama, disaat harus membelah pasar kaget dimana kawan-kawan yang berpengalaman melakukan turing mengambil kendali rombongan agar dapat melewati keramaian pasar tersebut sehingga rombongan tidak tercecer.

Lepas dari Cibinong rombongan mengarah ke Sentul untuk menuju tempat istirahat di sebuah perbukitan yang dijadikan padang golf. Jalur Sentul-Padang Golf Pelangi merupakan ajang pembuktian ketahanan mesin bagi skuter-skuter varian awal dan akhir.

Bagi skuteris yang menunggang Vespa dibawah produk tahun 90’an terjalnya jalur ini relative cukup memberikan tantangan akan ketahanan mesin kendaraannya. Mesin batuk-batuk, kehilangan nafas pada mesin saat gas diremas, serta mengimbangi kesetaraan antara gas, kopling dan rem adalah pengalaman unik, lucu dan dramatis. Sementara itu bagi skuteris yang menunggang Vespa diatas produk tahun 90’an, kondisi jalur tersebut justru memberikan tantangan akan seberapa besar penguasaan (handling) atas skuternya pada jalur yang cukup berliku dan terjal.

Setelah melalui jalur yang menguras tenaga dan perhatian bagi skuter dan penunggangnya, maka waktu istirahat di perbukitan tersebut dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Para peserta kemudian menikmati snack, foto-foto, mendinginkan mesin serta bercerita tentang serunya jalur yang baru dilalui. Istirahat yang memakan waktu sekitar 1 jam tersebut kemudian dilanjutkan ke tujuan guna mengikuti acara yang terdiri dari makan siang, fashion show ala skuteris, serta diskusi-diskusi.

Ternyata rute antara tempat istirahat dan tempat acara tidak kalah menantangnya. Peserta dihadang kembali oleh jalur yang naik turun dan berbelok dengan disisi kanan-kirinya tebing dan jurang. Pada jalur ini 2 orang peserta mengalami kecelakaan, yang pertama disebabkan oleh tidak berfungsinya system pengereman di skuternya dan yang kedua menabrak lubang jalan. Beberapa tim penolong kemudian bergerak untuk membawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sesampainya di tempat acara langsung terlihat begitu banyaknya skuter-skuter produk Piaggio yang cantik-cantik tersusun dalam lahan parkir yang cukup luas. Sebuah evolusi teknologi dan bentuk berjajar bagaikan kronologi dari sebuah peradaban. Sementara skuter-skuter tersebut beristirahat untuk mendinginkan mesin, para penunggangnya kemudian melakukan santap siang bersama-sama yang diiringi oleh musik. Terlihat kekompakan dalam acara makan siang tersebut mengingat peserta saling membaur dimana pada awalnya mereka ada yang belum kenal sebelumnya.

Sekitar dua jam lebih di lokasi santap siang yang diisi dengan diskusi-diskusi, fashion show ala skuteris, pengambilan gambar oleh media (stasiun TV O Channel) maupun perorangan, perjalananan dilanjutkan untuk mengarah pulang ke Jakarta. Perjalanan pulang menyusuri kota Bogor yang pada hari libur tersebut cukup padat. Kepadatan ini memberikan pemandangan yang beda disaat rombongan skuter-skuter melintas jalan dan cukup memberikan hiburan mata bagi pengemudi kendaraan lainnya.

Dari kota Bogor kemudian mengarah ke Depok, rombongan sengaja tidak mengambil jalur berangkat sebelumnya mengingat dari aspek keamanan pulang lebih memadai apabila melalui jalur Bogor-Depok. Perjalanan pulang agak sedikit terhambat oleh padatnya lalu lintas jalur tersebut. Hal ini menjadikan rombongan terpecah menjadi beberapa kelompok.

Perjalanan pulang diakhiri bersama-sama di pelataran parkir Kampus Universitas Indonesia, Depok. Pada saat seluruh rombongan telah tiba, panitia perayaan ulang tahun Vespa ke 60 membagikan emblem sebagai tanda terima kasih kepada peserta yang telah menempuh jarak lebih dari 130 km. Pengaturan ini sengaja dibuat agar pada saat selesai acara agar peserta tetap menjadi satu kesatuan hingga akhir. Begitulah akhir sebuah acara yang didasari oleh kecintaan yang mendalam terhadap salah satu karya besar abad 20, thanks Enrico…your creation still in our heart. Viva Vespa.I Om Beng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *